Bukankah tak ada yang lebih menyenangkan selain kita tahu kapan di mana dan bagaimana kita mati?

Agus Noor_files

Pada saya datang satu surat, dari Panitia Anugerah Sastra Pena Kencana. Cerpen saya, ujar surat itu, terpilih sebagai 20 Cerpen Terbaik Indonesia 2008. Anugerah Sastra Pena Kencana, sebagaimana dinyatakan dalam surat, ialah penghargaan yang diberikan kepada cerpen-cerpen (dan juga puisi) yang telah dipublikasikan dalam satu kurun waktu lewat. Tahun 2008 merupakan kali pertama anugerah ini dilaksanakan, dan disebutkan rencananya akan diselenggarakan setiap tahun. Pada setiap tahun itulah, akan dipilih 20 cerpen (yang dianggap terbaik), dan 100 puisi (yang juga dianggap terbaik) yang terbit di media masa Indonesia. Pada penjurian kali ini, media masa yang menjadi sumber pemilihan ialah: Kompas, Koran Tempo, Jawa Pos, Republika, Suara Pembaruan, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Pontianak Pos, Lampung Pos, Fajar,Bali Pos.

Begitulah, para juri, yang komposisinya adalah Budi Darma (selaku ketua juri), Sapardi Djoko Damono, Apsanti Djokosujatno, Ahmad Tohari, Joko Pinurbo…

Lihat pos aslinya 2.183 kata lagi

Iklan

malamku merindu

pada pertemuan bintang bintang yang tak pernah jemu berbicara tentang purnama.

pada rintik hujan yang mengikis rindu mencoba mengelaborasikan makna dari rasa sayang.

malam itu, alam berteriak. memintaku menudung namamu yang melingkar dekat sinarnya.

menutup semua rasa yang tak pernah sampai.

menghapus semua jejak yang tak pernah tampak.

seperti perasaaan rinduku yang tak pernah terucap.